WUHU, CINA, INFODAENGAPPA. ID – Dokumenter Return of the Cheetah: Horn of Africa hasil kerja sama JETOUR dan Discovery Channel berhasil meraih tiga penghargaan sekaligus dalam ajang Telly Awards ke-47, yang diumumkan pada 25 Juni 2026. Karya ini mendapatkan penghargaan Emas untuk kategori Dokumenter Umum Bentuk Pendek, serta dua penghargaan Perak untuk sinematografi dan tema alam serta satwa liar.

Selain itu, dokumenter yang sama juga menyabet penghargaan Emas di ajang New York Festivals Advertising Awards, mengukuhkan pengakuan dunia atas kualitas produksi dan pesan konservasi yang disampaikan.

Dikenal sebagai salah satu ajang paling bergengsi, Telly Awards telah berdiri sejak 1979 dan sering dijuluki sebagai “Oscar-nya industri televisi”. Tahun ini, kompetisi diikuti lebih dari 13.000 karya dari 55 negara yang dinilai oleh ratusan profesional industri.

Penghargaan ini tidak hanya menjadi pengakuan atas mutu karya, tetapi juga mencerminkan komitmen panjang JETOUR dalam pelestarian lingkungan dan tanggung jawab sosial yang berkelanjutan.

Sebagai satwa yang terancam punah, populasi cheetah liar saat ini diperkirakan tersisa kurang dari 7.500 ekor akibat kerusakan habitat dan perburuan liar.

Sejak 2024, JETOUR menjalin kerja sama strategis dengan Cheetah Conservation Fund (CCF) melalui program Return of the Cheetah.

Kegiatan dimulai di Namibia, kemudian diperluas ke Somaliland pada 2025 dengan mendirikan kawasan konservasi, dan akan dilanjutkan ke Afrika Selatan pada 2026.

Upaya ini berkembang dari penyelamatan individu menjadi pemulihan habitat dan ekosistem secara menyeluruh.

Inisiatif tersebut merupakan wujud nyata dari filosofi perusahaan “Travel + Kesejahteraan Umum” yang diterapkan di seluruh dunia.

Di kawasan lain, JETOUR juga mendukung program konservasi penyu di Asia Tenggara, penghijauan di Amerika Latin, serta pembinaan olahraga dan bantuan kesehatan di Timur Tengah.

Moch Ranggy Radiansyah, Direktur Pemasaran PT JETOUR Sales Indonesia, menyampaikan apresiasi atas pencapaian ini.

“Penghargaan ini membuktikan komitmen kami diwujudkan lewat aksi nyata. Bagi JETOUR, perjalanan bukan hanya menjelajah, tapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Perusahaan menegaskan akan terus mengintegrasikan program sosial dan lingkungan ke dalam strategi bisnis globalnya.

Dengan jangkauan ke lebih dari 100 negara dan penjualan lebih dari 2,26 juta unit kendaraan, JETOUR bertekad memperluas kontribusi nyata bagi keberlanjutan bumi.

Di Indonesia sendiri, JETOUR telah menghadirkan empat model kendaraan yang sesuai kebutuhan mobilitas keluarga dan gaya hidup petualangan.(*)