Makassar, INFODAENG4. ID – PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM), subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang Marine, Equipment, Port Services, Dredging, dan Shipyard (MEPS), terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan operational excellence di seluruh lini usaha.

Sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan dan efisiensi operasional, SPJM kembali menggelar pelatihan Lean Six Sigma Simulation (LSS). Pelatihan ini dilaksanakan belum lama ini di Makassar dan diikuti 46 peserta dari berbagai divisi SPJM Grup wilayah Makassar.

Kegiatan ini dirancang untuk membekali pekerja dengan pemahaman mendalam mengenai metode peningkatan efisiensi, pengurangan pemborosan, serta peningkatan kualitas proses kerja berbasis data dan fakta. Melalui pelatihan ini, SPJM berharap lahir budaya kerja yang adaptif dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.

Lean Six Sigma merupakan kombinasi metode Lean yang berfokus pada pengurangan waste dan Six Sigma yang menitikberatkan pada pengurangan variasi proses. Penerapan kedua pendekatan ini diyakini mampu meningkatkan kinerja layanan sekaligus memberikan nilai tambah bagi pelanggan.

Pelatihan ini diharapkan mampu mendukung SPJM Grup dalam meningkatkan efektivitas layanan, menekan biaya operasional, dan memperkuat keunggulan kompetitif perusahaan di tengah persaingan industri jasa maritim.

SVP Sekretaris Perusahaan SPJM, Tubagus Patrick, menegaskan bahwa seluruh pekerja memiliki peran penting dalam mendorong inovasi dan peningkatan kualitas layanan. Ia menyatakan, penerapan Lean Six Sigma menjadi langkah strategis perusahaan dalam membangun pertumbuhan yang berkelanjutan.

Pada sesi pelatihan, peserta turut mengikuti simulasi penerapan konsep Lean Six Sigma melalui games, penggunaan perangkat lunak, serta studi kasus interaktif. Pendekatan ini memberikan pengalaman praktis dalam memahami tantangan proses kerja nyata.”ujarnya kepada media Senin 17/11/2025.

Melalui simulasi tersebut, peserta diajak melihat langsung dampak penghilangan pemborosan dan pengurangan variasi proses terhadap efektivitas operasional. Diskusi lesson learned menjadi bagian penting untuk menguatkan pemahaman peserta.

Supriyadi, salah satu peserta, mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberikannya kemampuan baru dalam mengidentifikasi akar masalah secara sistematis dan menyusun solusi berbasis data. Menurutnya, kontribusi pada continuous improvement menjadi kunci pelayanan yang cepat dan efisien.

SPJM berharap kompetensi yang diperoleh peserta dapat langsung diterapkan di unit masing-masing, sehingga upaya perbaikan berkelanjutan dapat semakin memperkuat kualitas layanan perusahaan.(**)