Jakarta, INFODAENG4. ID – Pertamina Patra Niaga terus memperkuat langkah pengamanan suplai energi di berbagai wilayah sebagai respons atas dinamika cuaca ekstrem dan perubahan kondisi lapangan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Sejak 13 November 2025, perusahaan resmi mengaktifkan Satuan Tugas Natal dan Tahun Baru (Satgas Nataru) untuk memastikan distribusi BBM dan LPG berjalan aman, lancar, dan terkendali di seluruh wilayah Indonesia.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa pengaktifan Satgas Nataru dilakukan lebih awal sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi gangguan distribusi menjelang puncak mobilitas masyarakat. “Aktivasi Satgas Nataru ini bertujuan memperkuat pengawasan suplai sekaligus mempercepat respon jika terjadi hambatan di lapangan,” ujarnya.
Menurut Roberth, Satgas Nataru berfungsi memantau seluruh titik suplai secara real-time, termasuk terminal BBM, SPBU, SPBE, hingga jalur laut dan darat. Pemantauan terpusat ini memungkinkan koordinasi yang lebih cepat antara pusat dan daerah.
Ia juga menyampaikan bahwa tim operasional di berbagai regional terus menyesuaikan pola suplai mengikuti perkembangan cuaca dan kondisi infrastruktur. “Kami terus memastikan masyarakat dapat mengakses energi dengan aman meski kondisi lapangan berubah sangat cepat,” tambahnya.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menuturkan bahwa pengaktifan Satgas membantu memperkuat kesiapan pasokan di daerah rawan bencana maupun daerah dengan lonjakan konsumsi. “Satgas membuat seluruh proses monitoring lebih terintegrasi, sehingga keputusan penyaluran bisa diambil lebih cepat dan tepat,” jelasnya.
Selain memperkuat monitoring, Pertamina Patra Niaga juga menyiapkan skenario pengalihan suplai atau RAE (Reguler Alternatif Emergency) untuk mengamankan distribusi apabila terdapat jalur yang tidak dapat dilalui. Mekanisme ini menjadi salah satu andalan dalam menghadapi situasi darurat.
Pertamina turut meningkatkan kesiapan armada mobil tangki dan memastikan kelancaran suplai dari jalur laut maupun darat. Setiap titik kritis terus dipantau guna memastikan tidak ada potensi kekosongan stok, terutama pada BBM dan LPG yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Melalui Satgas Nataru, seluruh lembaga penyalur juga diminta memperkuat operasional serta menjaga keamanan pelayanan di tengah musim hujan. Pertamina memastikan koordinasi dengan Pemerintah Daerah, BPBD, serta aparat keamanan berjalan intensif.
“Kami berkomitmen menjaga stabilitas suplai energi menjelang Nataru. Jika masyarakat membutuhkan informasi atau bantuan, silakan menghubungi Pertamina Contact Center 135,” pungkas Fahrougi.(**)



Tinggalkan Balasan