Austin, Texas, INFODAENGAPPA. ID – ManageEngine memperkenalkan CloudSpend sebagai platform pengelolaan biaya cloud berbasis data yang membantu perusahaan dan penyedia layanan mengambil keputusan lebih tepat di seluruh lini bisnis. Dengan kemampuan analitik yang lebih mendalam, platform ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi penggunaan layanan cloud.

CloudSpend mendukung pengelolaan biaya bagi berbagai jenis organisasi, mulai dari Managed Service Provider (MSP), Cloud Service Provider (CSP), hingga perusahaan multi-tenant. Seluruh pengguna dapat memanfaatkan fitur penelusuran biaya untuk mengatur anggaran serta memantau konsumsi sumber daya secara real time.
Menurut perwakilan ManageEngine, platform ini dihadirkan untuk menjawab kebutuhan perusahaan yang semakin bergantung pada layanan cloud. “CloudSpend membantu bisnis memahami pola pengeluaran mereka dan mengoptimalkan biaya agar lebih efisien tanpa mengurangi performa,” ujar narasumber tersebut.
CloudSpend dapat digunakan secara gratis hingga batas penelusuran biaya sebesar USD 3.000 atau sekitar Rp50 juta per bulan untuk layanan GCP, AWS, maupun Azure. Fasilitas ini memungkinkan perusahaan menguji efektivitas platform sebelum meningkatkan kapasitas penggunaan.
Untuk kebutuhan di atas batas tersebut, ManageEngine menyediakan paket berbayar mulai dari 1% dari total pengeluaran bulanan. Fleksibilitas harga ini dirancang agar perusahaan dapat menyesuaikan biaya sesuai pertumbuhan penggunaan cloud.
Organisasi dengan total pengeluaran lebih dari USD 100.000 atau setara Rp1,6 miliar juga dapat mengajukan penawaran khusus untuk mendapatkan layanan yang lebih terpersonalisasi sesuai kebutuhan operasional mereka.
ManageEngine turut menyediakan uji coba gratis selama 30 hari yang dapat diakses melalui situs resmi mereka. Fasilitas ini memberi kesempatan bagi perusahaan untuk mengevaluasi fitur CloudSpend secara menyeluruh.
Dengan hadirnya CloudSpend, ManageEngine berharap dapat membantu lebih banyak perusahaan mengendalikan biaya cloud secara strategis dan meningkatkan efisiensi operasional di tengah perkembangan digital yang terus melaju.(**)



Tinggalkan Balasan