Makassar, INFODAENG4. ID – Program Difablepreneur Batch 2 yang digelar PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) bersama Sentra Wirajaya Makassar kembali menjadi ruang baru bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan kreativitas dan meningkatkan kemampuan ekonomi. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini fokus pada pengajaran teknik pembuatan Batik Ciprat yang mudah diaplikasikan oleh peserta.
Sebanyak 30 peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan, mulai dari pengenalan bahan, teknik ciprat warna, hingga proses pengeringan. Para peserta juga diberi kesempatan membuat motif secara mandiri yang nantinya dapat dikembangkan menjadi produk bernilai jual.
SVP Sekretaris Perusahaan SPJM, Tubagus Patrick, mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan terhadap pemberdayaan masyarakat, khususnya kelompok disabilitas.
“Kami ingin teman-teman disabilitas memiliki peluang yang sama untuk berkarya dan mandiri. Batik Ciprat adalah contoh keterampilan yang dapat dipelajari cepat dan dikembangkan menjadi produk kreatif bernilai ekonomi,” ujarnya.
Menurut Patrick, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan individu, tetapi juga memperluas kesempatan usaha bagi peserta. Ia menilai kerajinan batik masih menjadi produk yang diminati pasar lokal maupun nasional.
Pihak SPJM juga berkomitmen melakukan pendampingan lanjutan agar kemampuan peserta terus berkembang. Dalam pendampingan tersebut, peserta akan dibantu mengelola produksi, pengemasan, hingga pemasaran berbasis digital.
Pelatihan ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025 yang mengangkat tema inklusivitas dan kemandirian. Dengan menghadirkan instruktur dari Sentra Wirajaya Makassar dan UMKM binaan SPJM, kegiatan ini semakin relevan serta memenuhi kebutuhan peserta.
Bagi sebagian peserta, pelatihan ini menjadi pengalaman baru. Mereka mengaku mendapat motivasi tambahan untuk mencoba membuka usaha kecil berbasis kerajinan. Semangat tersebut menjadi bukti bahwa pelatihan ini berhasil mendorong kepercayaan diri penyandang disabilitas.
SPJM berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk turut membuka ruang pembelajaran serupa. Dukungan lintas sektor diyakini mampu memperkuat kemandirian ekonomi kelompok disabilitas di berbagai daerah.
Dengan berlangsung suksesnya Difablepreneur Batch 2, SPJM menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan program tersebut secara berkelanjutan dan memperluas partisipasi di tahun berikutnya.(*/Ar)



Tinggalkan Balasan