MAKASSAR, INFIDAENG4. ID — PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) terus mempercepat transformasi digital di Makassar New Port (MNP) sebagai upaya meningkatkan efisiensi layanan dan pengendalian operasional peti kemas di Kawasan Timur Indonesia. Digitalisasi ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan standar pelayanan pelabuhan kelas dunia.
Division Head Teknik Pelindo Regional 4, Debby Duakaju, mengatakan bahwa transformasi digital merupakan langkah strategis untuk memastikan proses operasional berjalan lebih cepat, akurat, dan transparan. “Seluruh layanan di MNP kini terintegrasi melalui sistem digital, mulai dari perencanaan, eksekusi di lapangan, hingga monitoring real-time. Ini adalah standar baru yang kami terapkan dalam mendukung kelancaran arus logistik nasional,” ujarnya.
Salah satu inovasi utama yang diterapkan yaitu penggunaan Terminal Operating System (TOS) terbaru yang mengatur seluruh pergerakan peti kemas secara otomatis. Sistem ini juga meminimalkan risiko human error serta mempercepat layanan kapal dan truk.
Selain TOS, Pelindo juga memperkuat implementasi Planning and Control (PnC) sebagai pusat kendali operasional. Melalui ruangan ini, setiap aktivitas pelabuhan dapat dipantau secara terpusat selama 24 jam, termasuk pergerakan alat bongkar muat, penempatan kontainer, hingga jadwal kedatangan kapal.
Terminal Head TPK New Makassar, Teguh Firdaus, menegaskan bahwa digitalisasi menjadi kunci peningkatan produktivitas operator. “Dengan dukungan teknologi, kami mampu mengoptimalkan kapasitas dermaga, mempersingkat port stay kapal, dan memberikan kepastian waktu bagi pengguna jasa. Semua dilakukan berbasis data yang terintegrasi,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Pelindo juga mulai menerapkan konsep green operations, di mana seluruh peralatan utama seperti Quay Container Crane (QCC) dan Rubber Tyred Gantry (RTG) telah beralih menggunakan listrik. Penggunaan energi ramah lingkungan ini menjadi langkah konkrit mendukung program ESG perusahaan.
Pelindo Regional 4 juga memperluas program pengembangan SDM melalui pelatihan operator, supervisor, dan teknisi berbasis simulasi digital. “Kami mendorong MNP menjadi pusat pengembangan SDM kepelabuhanan di Indonesia Timur,” tambah Teguh.
Ke depan, Pelindo berencana mengintegrasikan sistem layanan antar-terminal dan shipping lines melalui platform pertukaran data digital. Ini diharapkan mempercepat proses administratif dan meningkatkan akurasi informasi bagi seluruh pengguna jasa.
Dengan sederet inovasi tersebut, MNP ditargetkan menjadi pelabuhan dengan standar operasional modern yang mampu bersaing dengan terminal internasional dan menjadi simpul logistik utama di Indonesia timur.(*)



Tinggalkan Balasan