Luwu Timur, INFODAENGAPPA. ID — Salah satu program prioritas dalam Kickoff PPM–SDGs Desa 2025 adalah penguatan layanan kesehatan dengan pengadaan ambulans desa. Program ini diusulkan karena masih banyak wilayah terpencil yang sulit menjangkau fasilitas kesehatan.
Direktur External Relation PT Vale Indonesia, Yusri Yunus, mengungkapkan bahwa kebutuhan ambulans desa merupakan isu mendesak yang muncul dari aspirasi masyarakat.
“Banyak desa yang membutuhkan sarana transportasi darurat untuk pertolongan pertama. Ini kebutuhan nyata warga,” ungkapnya.
Melalui program ini, perusahaan dan pemerintah daerah sepakat memperkuat layanan dasar kesehatan agar lebih merata dan mudah diakses oleh masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur telah menyiapkan skema dukungan operasional melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK). Dengan mekanisme ini, ambulans tidak hanya disediakan, tetapi juga dapat berfungsi secara berkelanjutan.
Sekretaris Daerah Luwu Timur, H. Ramadhan Pirade, menegaskan bahwa pemerintah ingin memastikan kesiapan desa dalam menjalankan layanan kesehatan.
“Ambulans harus dilengkapi tenaga medis, standar layanan, dan SOP jelas agar tugasnya berjalan efektif,” tegas Ramadhan.
PT Vale menyambut baik langkah tersebut dan berkomitmen membantu penguatan integrasi layanan desa dengan puskesmas sebagai pusat rujukan.
Sejak tahun sebelumnya, tujuh desa binaan PT Vale telah memiliki kendaraan siaga. Namun evaluasi menunjukkan bahwa standarisasi layanan darurat masih perlu diperbaiki agar manfaatnya lebih optimal.
Yusri menambahkan bahwa perusahaan akan mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia desa dalam pengelolaan layanan kesehatan.
“Kendaraan tidak akan bermanfaat jika tidak dikelola dengan baik. Pelatihan dan tata kelola menjadi aspek penting,” jelasnya.
Melalui kolaborasi ini, PT Vale berharap pelayanan kesehatan desa dapat ditingkatkan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah jauh dari akses jalan utama.
Program ambulans desa juga mendukung pencapaian SDGs Desa nomor 3, yang menekankan pentingnya kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin masyarakat desa mendapatkan layanan kesehatan cepat dan layak. Ini bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan,” tutup Yusri.(**)



Tinggalkan Balasan