Kolaka, INFONDAENGAPPA.ID – Proyek High-Pressure Acid Leaching (HPAL) Pomalaa mencatat tonggak penting dengan tibanya dua unit autoclave pertama di lokasi proyek yang dikelola PT Vale Indonesia Tbk bersama mitra strategis Kolaka Nickel Industry (KNI).
Kedatangan peralatan utama tersebut menandai kesiapan tahap lanjutan pembangunan fasilitas pengolahan nikel berteknologi tinggi yang menjadi bagian dari Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa.
Seremoni penyambutan autoclave dihadiri manajemen PT Vale, KNI, serta sejumlah mitra proyek, termasuk Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP), Huayou Southern Construction Command, dan MCC20.
Autoclave merupakan komponen kunci dalam proses HPAL untuk mengolah bijih nikel laterit melalui tekanan dan suhu tinggi hingga menghasilkan Mixed Hydroxide Precipitate (MHP).
Chief Project Officer PT Vale Indonesia, Muhammad Asril, menyebut kedatangan autoclave menjadi fase krusial dalam perjalanan proyek tersebut.
“Kedatangan dua unit autoclave ini adalah tonggak penting karena autoclave merupakan jantung proses HPAL dalam menghasilkan produk bernilai tambah tinggi,” ujar Muhammad Asril.
Ia menambahkan, penerapan teknologi ini tidak hanya meningkatkan nilai sumber daya mineral nasional, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global baterai kendaraan listrik.
Fasilitas HPAL Pomalaa ditargetkan mampu memproduksi hingga 120.000 ton MHP per tahun, yang menjadi bahan baku utama industri baterai dan energi terbarukan.
Selain dua unit yang telah tiba, tiga unit autoclave tambahan saat ini masih dalam tahap finalisasi jadwal pengiriman.
PT Vale menegaskan pembangunan proyek akan terus mengedepankan aspek keselamatan, keberlanjutan lingkungan, dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar.(*)



Tinggalkan Balasan