JAKARTA, INFODAENGAPPA. ID – Sejak pertama kali digelar pada tahun 2023, festival Lightscape perlahan berubah menjadi salah satu acara musim dingin yang paling ditunggu di wilayah Australia Barat. Berawal dari gagasan menghadirkan pengalaman baru di Taman Kings Park dan Kebun Raya, kegiatan ini kini menjadi tradisi tahunan yang selalu disambut antusiasme tinggi oleh ratusan ribu pengunjung.

Di balik tampilan cahaya yang memukau, acara ini membawa pesan sederhana namun mendalam: mengajak setiap orang kembali merasakan kedekatan dengan alam. Hal itu diwujudkan melalui perpaduan seni, pencahayaan, dan suasana yang menenangkan di tengah kesibukan kehidupan modern.

Memasuki tahun 2026, kehadiran festival ini terasa semakin relevan di tengah rutinitas digital yang padat dan sering kali melelahkan. Lightscape bukan sekadar pertunjukan lampu, melainkan ruang untuk memulihkan energi batin serta menikmati waktu berkualitas bersama keluarga atau teman dekat.

Kegiatan berlangsung mulai 5 Juni hingga 26 Juli 2026. Selama periode tersebut, Kings Park akan berubah sepenuhnya menjadi kawasan penuh cahaya yang mendalam dan sinematik, menciptakan kesan seolah pengunjung sedang melangkah masuk ke dalam adegan film fantasi berskala luas.

Tahun ini, festival mengalami pembaruan menyeluruh sehingga menjadi salah satu agenda musim dingin yang wajib dikunjungi saat berlibur ke Australia Barat. Jalur penjelajahan sepanjang 1,8 kilometer kini memiliki desain baru dengan lebih dari 20 instalasi lampu yang memadukan seni mutakhir dengan kekayaan alam setempat.

Beragam karya seni visual disiapkan untuk memberikan pengalaman yang seolah melintasi batas dunia nyata. Salah satu yang paling ditunggu adalah instalasi bernama Herbum, karya kelompok seniman asal Prancis, TILT.

Karya ini berupa bentuk bunga raksasa yang bercahaya, menciptakan suasana bak taman magis dalam cerita fiksi. Dengan ukuran yang menjulang tinggi dan komposisi visual yang kuat, tempat ini menjadi favorit untuk mengabadikan momen kebersamaan.

Kemudian ada instalasi interaktif berjudul Mycelium Network dari seniman Inggris, Stevie Thompson. Karya ini terinspirasi oleh jaringan kehidupan di bawah tanah hutan yang jarang terlihat mata, diwujudkan dalam bentuk cahaya yang berdenyut dinamis.

Selain pemandangan yang menarik, setiap titik di Lightscape 2026 juga dilengkapi dengan tata suara dan musik yang dirancang khusus. Irama yang berubah mengikuti rute perjalanan membuat pengalaman menjelajah menjadi lebih hidup dan menyentuh perasaan.

Sebagai destinasi hiburan malam musim dingin, festival ini mengusung suasana yang hangat dan akrab. Bagi keluarga, jalur yang disiapkan aman dan mudah dilalui kereta dorong anak, sehingga si kecil bisa berkeliling dengan leluasa.

Bagi kelompok teman, tersedia berbagai sudut nyaman untuk beristirahat, menikmati minuman hangat, hingga memanggang camilan di area api unggun. Semua disusun agar suasana musim dingin tetap terasa menyenangkan dan berkesan.

Setiap sudut yang diterangi juga dirancang secara artistik, menjadikan tempat ini sangat cocok bagi penggemar fotografi maupun pembuat konten. Hampir setiap bagian taman memiliki nilai estetika yang kuat.

“Lightscape dikembangkan agar pengunjung tidak hanya melihat pertunjukan, tetapi benar‑benar merasakan keterhubungan dengan lingkungan sekitar,” ujar perwakilan Tourism Western Australia dalam keterangannya. “Kami ingin momen musim dingin di Perth menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi siapa saja yang datang.”

Badan pariwisata pemerintah Australia Barat ini menegaskan bahwa acara seperti ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan seni dan budaya daerah kepada wisatawan dari dalam maupun luar negeri.

Informasi lengkap mengenai jadwal, harga tiket, dan panduan kunjungan dapat diakses melalui situs resmi Western Australia Official Website.(**)