SURABAYA  INFODAENGAPPA. ID – PT Pelindo Marine Service memperkuat dukungan terhadap transisi energi hijau nasional dengan melayani penundaan kapal pengangkut FAME, bahan baku utama pembuatan biosolar nabati. Layanan ini menjadi persiapan menjelang pemberlakuan biodiesel B50 yang ditetapkan pemerintah mulai 1 Juli 2026.

Langkah ini sejalan dengan kebijakan ketahanan energi nasional. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan uji coba B50 menunjukkan hasil positif, dengan kualitas lebih unggul dibanding B40 dan telah teruji aman untuk berbagai moda transportasi.

Penerapan B50 diharapkan dapat meningkatkan penyerapan produksi kelapa sawit dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak.

Direktur Komersial, Operasi, dan Teknik Pelindo Marine, Elvin Syah Putra, menegaskan keberhasilan transisi energi membutuhkan rantai pasok yang andal.

“Kami berkomitmen menghadirkan layanan maritim yang aman dan andal guna mendukung kelancaran distribusi energi hijau nasional,” ujarnya pada Kamis (25/6/26).

Ia menjelaskan perusahaan telah melayani pengangkutan FAME sejak tahun 2021.

Bahan baku tersebut berasal dari kawasan industri Gresik dan diangkut menuju fasilitas pencampuran di Terminal Mirah, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Senior Manajer Komersial Pelindo Marine, Dhika Ramadhany Putra, menyebut pengangkutan ini menerapkan standar keselamatan yang ketat.

Setiap kapal pengangkut FAME rata‑rata membawa muatan hingga 4.500 kiloliter dan memerlukan penanganan khusus.

“Pada operasi kali ini, kapal tunda KT Subali II membantu proses sandar kapal dengan aman sesuai prosedur yang berlaku,” jelasnya.

Seluruh tahapan dilakukan dengan pengawasan ketat guna menjamin keamanan muatan dan lingkungan sekitar pelabuhan.

Dukungan ini menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran rantai pasok bioenergi nasional.

Pelindo Marine menyatakan siap meningkatkan kapasitas layanan seiring dengan meningkatnya kebutuhan distribusi bioenergi ke depannya.

Perusahaan berkomitmen terus mendukung kebijakan pemerintah demi mewujudkan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Dengan sinergi ini, implementasi B50 diharapkan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat ekonomi serta lingkungan bagi Indonesia.(***)