MAKASSAR, INFODAENGAPPA.ID – Film layar lebar bertema aksi, drama, dan militer berjudul TUNGKE – Badik Tak Bertuan resmi bersiap memasuki tahap produksi pada awal tahun 2026.
Kesiapan produksi film tersebut ditandai dengan audiensi antara tim produksi dengan Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, Bangun Nawoko, yang berlangsung di Kota Makassar, pada rabu (31/12/2025).
Audiensi tersebut membahas progres pengembangan film sekaligus permohonan arahan dan dukungan dari Kodam XIV/Hasanuddin agar proses produksi berjalan aman, tertib, dan sesuai nilai kehormatan prajurit TNI.
Pangdam XIV/Hasanuddin menyambut positif gagasan film TUNGKE yang dinilai mengangkat sisi heroik sekaligus kemanusiaan prajurit dalam menjalankan tugas negara.
“Film ini kami dukung karena mengangkat nilai pengabdian, kehormatan, dan kemanusiaan prajurit, bukan sekadar aksi,” ujar Mayjen TNI Bangun Nawoko.
Ia bahkan memberikan restu serta menginstruksikan jajaran terkait untuk melakukan koordinasi pendampingan menjelang proses syuting yang dijadwalkan dimulai awal Januari 2026.
Sementara itu, Produser sekaligus Sutradara film TUNGKE, Harry Maverick, menyebut film ini lahir dari kegelisahan tentang makna pengabdian seorang prajurit.
“TUNGKE adalah film tentang keberanian, keluarga, dan pengorbanan. Ini upaya kami menghadirkan sisi kemanusiaan TNI sekaligus mengangkat isu perdagangan manusia,” kata Harry Maverick pada media Kamis (01/01/2026).
Film ini mengisahkan perjalanan seorang prajurit muda TNI yang bertugas di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia dan dihadapkan pada konflik kemanusiaan, dengan badik pusaka sebagai simbol kehormatan dan perjuangan batin.
Rencananya, proses pengambilan gambar akan dilakukan di sejumlah lokasi di Sulawesi Selatan, di antaranya Makassar, Kabupaten Bone, dan Kabupaten Sinjai, dengan melibatkan potensi budaya dan sumber daya lokal.
Tim produksi menargetkan film TUNGKE – Badik Tak Bertuan tayang bertepatan dengan Hari Pahlawan, 10 November 2026.
Dengan dukungan penuh Kodam XIV/Hasanuddin dan keterlibatan talenta lokal, film ini diharapkan menjadi karya sinema nasional yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberi refleksi tentang kehormatan, pengabdian, dan nilai kemanusiaan.(*)



Tinggalkan Balasan