Makassar, INFODAENGAPPA.id — Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali kembali menorehkan momen bersejarah dengan mewisuda 547 lulusan dari berbagai fakultas dan program studi. Prosesi wisuda kali ini terasa istimewa karena digelar bertepatan dengan momentum Nisfu Sya’ban, Selasa (3/2/2026), di Ballroom Hotel Dalton, Makassar.

Ratusan wisudawan bersama keluarga tampak memenuhi ruangan dengan wajah haru dan bangga. Suasana khidmat menyelimuti jalannya prosesi akademik yang menjadi penanda berakhirnya masa studi sekaligus awal perjalanan baru para sarjana muda tersebut.

Wisuda Penuh Nuansa Religius

Rektor UIM Al-Gazali, Prof. Muammar Bakry, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemilihan waktu wisuda yang bertepatan dengan Nisfu Sya’ban memiliki nilai simbolik yang mendalam. Dalam tradisi Islam, malam pertengahan bulan Sya’ban dikenal sebagai momen refleksi, doa, dan pembaruan diri menjelang Ramadan.

“Wisuda ini bukan sekadar seremoni akademik, tapi juga momentum spiritual. Kita berharap para lulusan membawa keberkahan ilmu dan kekuatan moral dalam menjalani kehidupan,” ujarnya di hadapan para wisudawan.

Ia menegaskan bahwa lulusan UIM Al-Gazali diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Ratusan Lulusan dari Berbagai Fakultas

Sebanyak 547 lulusan yang diwisuda berasal dari berbagai disiplin ilmu, mencerminkan perkembangan UIM Al-Gazali sebagai perguruan tinggi yang terus tumbuh di Makassar.

  • Fakultas Agama: 45 orang
  • Fakultas Hukum: 33 orang
  • Fakultas Kesehatan Keperawatan dan Kebidanan: 28 orang
  • Program Studi Ners: 26 orang
  • Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP): 75 orang
  • Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA): 48 orang
  • Pascasarjana Pertanian: 36 orang
  • Pascasarjana Agama: 34 orang
  • Fakultas Pertanian S1: 50 orang
  • Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik: 61 orang
  • Fakultas Teknik: 116 orang

Jumlah tersebut menunjukkan kontribusi besar UIM Al-Gazali dalam mencetak sumber daya manusia di Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar.

Bekal Menghadapi Dunia Nyata

Dalam pidatonya, Rektor juga mengingatkan bahwa tantangan setelah lulus tidaklah ringan. Dunia kerja yang kompetitif menuntut lulusan memiliki kemampuan adaptasi, kreativitas, dan etika profesional yang baik.

“Ilmu pengetahuan saja tidak cukup. Dibutuhkan sikap, akhlak, dan kemampuan berkomunikasi yang baik agar bisa bertahan dan berkembang,” pesannya.

Ia juga mengajak para lulusan untuk menjaga nama baik almamater serta terus menjalin silaturahmi dengan kampus sebagai bagian dari keluarga besar UIM Al-Gazali.

Harapan untuk Masa Depan

Momentum wisuda yang bertepatan dengan Nisfu Sya’ban diharapkan menjadi simbol awal perjalanan hidup yang penuh keberkahan. Para alumni diminta untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat, membawa manfaat melalui profesi dan keilmuan masing-masing.

Prosesi wisuda ini pun menjadi bukti bahwa UIM Al-Gazali terus berkomitmen menghadirkan pendidikan berbasis nilai keislaman yang relevan dengan perkembangan zaman.

Dengan semangat refleksi dan pembaruan diri di bulan Sya’ban, 547 lulusan resmi melangkah ke babak baru kehidupan mereka — membawa harapan keluarga, kebanggaan kampus, dan tanggung jawab untuk berkontribusi bagi bangsa dan daerah, khususnya Sulawesi Selatan.