Makassar, INFODAENGA. ID – Kegiatan Sidang Dewan Pleno (SDP) ke-18 Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Tahun 2026 resmi dibuka Ketua Dewan Kehormatan BPP HIPMI yang juga Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Jalan Andi Djemma, Minggu (15/2/2026).
Pembukaan SDP HIPMI 2026 turut dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, serta jajaran Forkopimda Provinsi Sulawesi Selatan.
Ketua Umum BPP HIPMI Akbar Himawan Buchari dalam laporannya menyampaikan bahwa Makassar ditetapkan sebagai tuan rumah berdasarkan hasil rapat Badan Pengurus Lengkap BPP HIPMI pada Januari 2026. “Saya laporkan kepada Ketua Dewan Kehormatan bahwa acara hari ini digelar di Makassar atas keputusan rapat lengkap BPP HIPMI,” ujarnya.
Akbar juga melaporkan konsolidasi organisasi telah dilakukan di 38 provinsi, termasuk empat daerah otonomi baru di Papua, yakni Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Barat. Ia mengakui proses tersebut penuh tantangan. “Memang tidak mudah, masing-masing daerah punya handicap berbeda, tapi amanat Munas harus kami jalankan,” katanya.
Dalam forum tersebut, Akbar menyoroti target pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, kondisi kelas menengah yang terus mengalami penurunan menjadi perhatian serius HIPMI.
“Kelas menengah kita turun dari 21 persen menjadi sekitar 17 persen dan terus mengalami degradasi. Perlu afirmasi dan insentif agar mereka bisa bertahan dan tumbuh,” tegas Akbar.
Ia mengapresiasi kebijakan pemerintah, termasuk terbitnya PP Nomor 39 Tahun 2025. Namun, HIPMI menilai dukungan masih perlu diperluas khususnya bagi pengusaha kelas menengah. “UMKM mikro dan kecil sudah banyak insentif, seperti PPh 0,5 persen dan KUR. Tapi kelas menengah belum merasakan afirmasi yang cukup,” jelasnya.
HIPMI mengusulkan skema kredit khusus untuk usaha menengah dengan plafon Rp20 miliar hingga Rp50 miliar. “Kami mengusulkan ada kredit bagi usaha kelas menengah agar daya beli dan supply-demand tetap terjaga,” kata Akbar.
Sementara itu, Bahlil Lahadalia dalam sambutannya menyampaikan salam Presiden Prabowo kepada seluruh kader HIPMI. Ia mengaku memiliki ikatan emosional kuat dengan organisasi tersebut. “HIPMI ini cinta pertama saya. Di sinilah kita dilatih leadership, dilatih menjadi pengusaha yang pantang mundur,” ujarnya.
Bahlil juga memaparkan kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian akibat konflik geopolitik, termasuk perang Rusia-Ukraina dan ketegangan di Timur Tengah. Meski demikian, ia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga di atas 5,3 persen dengan inflasi di bawah 3 persen.
“Di antara negara-negara G20, pertumbuhan terbesar memang India, setelah itu Indonesia. Ini patut kita syukuri di tengah kondisi global yang tidak menentu,” katanya.
Dalam sektor energi, Bahlil mengungkapkan tantangan lifting minyak nasional yang terus menurun dibanding era 1996–1997. Namun, ia bersyukur target lifting APBN tahun terakhir mampu tercapai sekitar 605 ribu barel per hari. “Alhamdulillah, ini pertama kali dalam 10 tahun terakhir target lifting kita tercapai,” jelasnya.
Ia menambahkan, kebutuhan impor energi saat ini masih tinggi dengan nilai mencapai sekitar Rp520 triliun per tahun. Karena itu, ia menilai peran pengusaha muda sangat penting dalam mendorong investasi dan kemandirian energi nasional.
SDP HIPMI 2026 diharapkan melahirkan rekomendasi strategis yang akan disampaikan kepada pemerintah pusat sebagai kontribusi nyata pengusaha muda dalam memperkuat ekonomi nasional dan keluar dari jebakan middle income trap.(*)



Tinggalkan Balasan