Makassar, INODAENGAPPA. ID – PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) Wilayah 3 mencatatkan kinerja gemilang hingga bulan Mei 2026. Realisasi layanan pemanduan mencapai 101 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP), sementara layanan penundaan bahkan menembus angka 113 persen.
Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen perusahaan menjaga layanan kepelabuhanan tetap aman, lancar, dan andal. Hal ini sekaligus mendukung kelancaran arus kapal serta pergerakan rantai logistik nasional di wilayah kerja.
Tingginya capaian penundaan menunjukkan aktivitas kapal di pelabuhan semakin padat dan layanan dimanfaatkan secara optimal. Sementara itu, konsistensi pemanduan di atas target menegaskan kualitas pelayanan tetap terjaga dengan mengutamakan keselamatan pelayaran.
Sekretaris Perusahaan PJM, Tubagus Patrick Tribudi Utama Iskandar, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh insan yang telah bekerja keras meraih hasil tersebut.
Capaian ini hasil kerja keras, kolaborasi, dan komitmen semua personel di lapangan. Kami terus berbenah lewat peningkatan kemampuan SDM, armada, dan standar keselamatan agar pelayanan semakin memuaskan pengguna jasa.”
“Kami jaga kinerja positif ini lewat teknologi dan sinergi, demi layanan yang andal, serta dukungan konektivitas maritim dan ekonomi nasional.”
Ia menjelaskan keberhasilan ini lahir dari kerja sama tim yang solid. Perusahaan terus berupaya meningkatkan kompetensi SDM, memaksimalkan armada, serta menerapkan standar keselamatan dan pelayanan terbaik bagi pengguna jasa.
Ke depannya, PJM Wilayah 3 akan menjaga momentum positif ini lewat penguatan koordinasi operasional, perbaikan sarana prasarana, dan pemanfaatan teknologi. Langkah ini demi mewujudkan layanan maritim yang terintegrasi dan berdaya saing.
Dengan hasil yang sudah diraih, pihaknya optimis dapat mempertahankan tren pertumbuhan hingga akhir tahun, serta terus berkontribusi memperkuat konektivitas maritim dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Sebagai informasi, PJM adalah anak usaha Pelindo yang dibentuk pasca integrasi tahun 2021, mengelola lima klaster bisnis mulai dari layanan kelautan, peralatan, galangan, pengerukan, hingga layanan penunjang pelabuhan.
Cakupan operasionalnya menjangkau seluruh Indonesia, didukung delapan anak perusahaan dan dua cucu perusahaan, sehingga mampu menyediakan layanan maritim terpadu bagi mitra domestik maupun mancanegara.(**)



Tinggalkan Balasan